Glitter Text
Make your own Glitter Graphics

Glitter Text
Make your own Glitter Graphics

"Failure is only the opportunity to begin again, only this time more wisely."-Henry Ford

Wednesday, August 5, 2009

Hidup penuh cabaran



Hidup penuh cabaran. Ramai yang kecundang dan tidak kurang pula melihat dunia dengan wajah suram, kelam dan serba berjerebu.
Hidup tidak bermaya dan penuh sedih seakan tidak ada harapan lagi, kecewa dan tertekan.

Pertemuan kali ini saya titipkan beberapa tip untuk menghadapi tekanan iaitu dengan cara anda berkomunikasi dengan diri anda sendiri. Bercakaplah dengan diri anda. Mulakan dengan...



1. Aku harus siap menghadapi hidup ini.
Apa pun yang terjadi hidup di dunia ini hanya sekali. Aku tidak boleh gagal dan sia-sia tanpa berguna.

Tugasku adalah menyempurnakan niat dan ikhtiar. Segala yang terjadi aku serahkan kepada Allah Yang Maha Tahu, yang terbaik bagiku.

Aku harus sedar yang terbaik bagiku menurutku belum tentu yang terbaik menurut Allah s.w.t. Bahkan, mungkin aku menuruti keinginan dan harapanku sendiri.

Pengetahuanku mengenai diriku atau apa pun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya. Dia tahu awal, akhir dan segalanya.

Sekali lagi betapa pun aku amat menginginkan sesuatu, tetapi hatiku harus ku persiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapanku. Kerana mungkin itulah yang terbaik bagiku.

2. Aku mesti reda dengan kenyataan yang terjadi. Bila sesuatu terjadi, inilah kenyataan dan episod hidup yang harus aku jalani.

Aku harus menikmatinya dan aku tidak boleh larut dalam kekecewaan berterusan. Kecewa dan sakit hati tidak akan merubah segalanya selain membuatkan diriku sengsara.

Hatiku mesti menerima kenyataan, namun tubuh serta fikiranku harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini.

Apabila nasi sudah menjadi bubur, aku harus mencari ayam, kacang, bawang goreng dan sambal, agar bubur ayam istimewa tetap dapat aku nikmati.

3. Aku tidak boleh menyusahkan diri. Aku harus yakin hidup ini bagai siang dan malam pasti silih berganti.
Tidak mungkin siang terus-menerus dan tidak mungkin juga malam terus-menerus. Pasti setiap kesenangan ada hujungnya.

Begitupun masalah yang menimpa pasti ada akhirnya. Aku sepatutnya sabar.

Aku harus yakin setiap musibah terjadi dengan izin Allah Yang Maha Adil, pasti sudah diukur dengan sangat cermat oleh-Nya dan tidak mungkin melampaui batas kemampuanku, kerana Dia tidak pernah menzalimi hamba-Nya.

Aku tidak boleh menzalimi diriku, dengan fikiran buruk yang menyusahkan diri. Fikiranku kenalah jernih, terkawal, tenang dan profesional.

Aku harus berani menghadapi persoalan demi persoalan, tidak boleh lari dari kenyataan, kerana lari sama sekali tidak menyelesaikan masalah, bahkan sebaliknya hanya akan menambah masalah.

Semua harus aku hadapi dengan baik. Aku tak boleh menyerah kalah.

Mesti segala sesuatu ada akhirnya, walaupun persoalan yang aku hadapi seberat mana sekalipun, seperti yang dijanjikan Allah:

"Sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan." Janji yang tak pernah dimungkiri Allah.

4. Evaluasi (menilai) diri. Segala yang terjadi mutlak adalah izin Allah dan Allah tidak berbuat sesuatu yang sia-sia.

Pasti ada hikmah di sebalik setiap kejadian. Sepahit apa pun pasti ada kebaikan yang terkandung di dalamnya, apabila disingkap dengan sabar dan benar.

Harus aku renungkan mengapa Allah menakdirkan semua ini menimpaku. Boleh jadi peringatan atas dosaku, kelalaianku atau mungkin detik kenaikan kedudukanku di sisi Allah. Mungkin aku harus berfikir untuk mencari kesalahan yang harus aku perbaiki.

Setiap kejadian bagai cermin pribadiku. Aku tidak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang terjadi.

Cuma yang penting kini aku mengetahui diriku sebenarnya dan aku bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya.
Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.

5. Allahlah satu-satunya penolongku. Aku harus yakin, walaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku, tidak mungkin terjadi apa pun tanpa izin-Nya.

Hatiku harus bulat dan yakin hanya Allahlah yang dapat menolong dan memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan.

Tidak ada yang mustahil bagi-Nya, kerana segalanya adalah milik-Nya dan sepenuhnya dalam kekuasaan-Nya.

Tidak ada yang dapat menghalangku jika Dia akan menolong hamba-Nya. Dialah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan-Nya.

Oleh kerana itu, aku harus berjuang dan berikhtiar untuk mendekati-Nya dengan mengamalkan segala yang disukai-Nya dan melepaskan hati dari kebergantungan kepada selain-Nya, kerana selain Dia hanyalah sekadar makhluk yang tidak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya.

Ingatlah selalu janji-Nya: "Sesiapa yang bertaqwa kepada-Ku, nescaya Ku beri jalan keluar dari setiap urusannya dan Ku beri rezeki (pertolongan) dari tempat yang tak terduga. Dan sesiapa yang bertawakal kepada-Ku, nescaya akan Ku cukupi segala keperluannya." (QS. 65 (At-Thalaq) : 2-3)

What we look for from the PBL system actually,blurred right?


Problem-based learning (PBL) is an exciting alternative
to traditional classroom learning.

With PBL, your teacher presents you with a problem, not lectures or assignments or exercises.Since you are not handed "content", your learning becomes active in the sense that you discover and work with content that you determine to be necessary to solve the problem.

In PBL, your teacher acts as facilitator and mentor,
rather than a source of "solutions."

Problem based learning will provide you with opportunities to

  • examine and try out what you know
  • discover what you need to learn
  • develop your people skills for achieving higher performance in teams
  • improve your communications skills
  • state and defend positions with evidence and sound argument
  • become more flexible in processing information and meeting obligations
  • practice skills that you will need after your education

A Summary of Problem-Based Learning:
This is a simplified model--more detailed models are referenced below.

The steps can be repeated and recycled.
Steps two through five may be repeated and reviewed as new information becomes available and redefines the problem.
Step six may occur more than once--especially when teachers place emphasis on going beyond "the first draft."

1. Explore the issues:
Your teacher introduces an "ill-structured" problem to you.
Discuss the problem statement and list its significant parts.
You may feel that you don't know enough to solve the problem but that is the challenge!
You will have to gather information and learn new concepts, principles, or skills as you engage in the problem-solving process.

2. List "What do we know?"
What do you know to solve the problem?
This includes both what you actually know and what strengths and capabilities each team member has.
Consider or note everyone's input, no matter how strange it may appear: it could hold a possibility!

3. Develop, and write out, the problem statement in your own words:
A problem statement should come from your/the group's analysis of what you know, and what you will need to know to solve it. You will need:

  • a written statement
  • the agreement of your group on the statement
  • feedback on this statement from your instructor.
    (This may be optional, but is a good idea)

Note: The problem statement is often revisited and edited as new information is discovered,
or "old" information is discarded.

4. List out possible solutions
List them all, then order them from strongest to weakest
Choose the best one, or most likely to succeed

5. List actions to be taken with a timeline

  • What do we have to know and do to solve the problem?
  • How do we rank these possibilities?
  • How do these relate to our list of solutions?
    Do we agree?

6. List "What do we need to know?"
Research the knowledge and data that will support your solution
You will need to information to fill in missing gaps.

  • Discuss possible resources
    Experts, books, web sites, etc.
  • Assign and schedule research tasks, especially deadlines

If your research supports your solution,
and if there is general agreement, go to (7). If not, go to (4)

7. Write up your solution with its supporting documentation, and submit it.
You may need to present your findings and/or recommendations to a group or your classmates.
This should include the problem statement, questions, data gathered, analysis of data, and support for solutions or recommendations based on the data analysis: in short, the process and outcome.

Presenting and defending your conclusions:
The goal is to present not only your conclusions,
but the foundation upon which they rest. Prepare to

  • State clearly both the problem and your conclusion
  • Summarize the process you used, options considered, and difficulties encountered
  • Convince, not overpower
    Bring others to your side, or to consider without prejudice your supporting documentation and reason
  • Help others learn, as you have learned
  • If challenged
    and you have an answer, present it clearly
    and you don't have an answer, acknowledge it and refer it for more consideration

Sharing your findings with teachers and students is an opportunity in demonstrating that you have learned. If you know your subject well, this will be evident. If a challenge arises that you cannot respond to, accept it as an opportunity to be explored. However, take pride in your attention to quality when you present. See also the Guide on presenting projects.

8. Review your performance
This debriefing exercise applies both to individuals and the group.
Take pride in what you have done well; learn from what you have not done well. Thomas Edison took pride in unsuccessful experiments as part of his journey to successful outcomes!

9. Celebrate your work!


for detail Please Download : pblhandbook

Selamat datang ke blog kita!!!

Glitter Text
Make your own Glitter Graphics





Assalamualaikum dan selamat datang,kepada semua

Admin ingin mengucapkan jutaan terima kasih diatas kesudian sahabat untuk menyertai team blog ini.Atau diberi nama TEAM MEDICAL DRagon/TIger.....yang sedang mengaum,Ngaum,ngaummmmm haha.Bukan apa just nak tunjukkan suatu arus kearah perubahan.Sama-sama lah kita usahakan...Semangat tu kena ada..

Harapan medium ini dapat menjadi suatu tempat untuk kita sama-sama berbincang ,berkongsi idea ,luahan masalah dan tempat muhasabah diri.Perkara ini penting bagi kita mengeratkan lagi hubungan sesama group members utk memudahkan lagi group discussion kelak..Selain itu pengumuman untuk sebarang aktiviti group juga senang nak dibuat.

Admin harap dengan adanya blog ini kita dapat wujudkan suatu kemesraan tidak kiralah dalam apa jua aktiviti kumpulan kelak,samada PBL ataupun CLINICAL.Selain memupuk sikap SUKA BERKONGSI or THE POWER OF SHARING dalam apa jua perkara,samada kongsi ilmu ,pengalaman ataupun masalah.

"Bersediakah kamu?" kata DOKTOR NASIR A&E Department...





Assalammualaikum Dan Selamat pagi,

Baru-baru ini ,ada seorang sahabat kita berbincang tentang kebajikan 'student repeat' dengan DOKTOR NASIR.Saya juga terharu kerana rupa-rupanya ada juga diantara sahabat kita yang tidak repeat begitu mengambil berat prihal sahabatnya yang repeat.Namanya biarlah rahsia(cewah mcm lagu Siti Nurhaliza la plak bunyinye).Inilah sahabat yang bersama kita semasa kita kesulitan.Pendek cerita kita kena berbaik sangka dengan sahabat kita.Sentiasalah menjaga tali persahabatan walaupun kita repeat.

Hasil dari perbincangan tersebut,DR NASIR kata dia bersedia untuk menjaga kebajikan Repeaters student tapi dengan syarat student itu sendiri perlu ada komitment dan kesungguhan untuk setiap aktiviti yang dirancang.

DR NASIR hanya 'Free' pada pukul 7 hingga 8.30 pagi setiap hari bekerja.
Maka setiap perbincangan yang ingin dibuat adalah dalam julat masa ini dan malam hari shj.
Malam katanya perbicangan boleh diadakan/dibuat dirumah DR NASIR sendiri.
Tengoklah betapa bersungguhnya DR ingin menolong kita.Yang tinggalnya sekarang adalah dari pihak student samada SUDAH BERSEDIAKAH KITA UNTUK BERUBAH DAN BETUL2 KOMITED UNTUK MELAKUKANNYA?

Memang tidak boleh dinafikan lagi ianya betul2 memerlukan pergorbanan daripada kita.Maknanya tiap2 hari perbincangan kita perlu start jam 7 pagi , malam ada perbincangan, kena tepati masa, dll pengorbanan lagi yang perlu kita lakukan.Persoalannya sekarang adakah kita sudah betul2 bersedia?
Sesi ini hanya akan dibuat kepada yang betul2 komited shj.Tiada paksaan sebenarnya .Benarlah kata Prof HAMKA yg mana masa depan seseorang sebenarnya bergantung kepada sikapnya pada masa sekarang .

Saturday, August 1, 2009

Cara nak Post article anda?

Post ni just for beginner.Admin tahu ada dikalangan kita sudahpun tahu macam mana nak post article ke dalam blog.Anda hanya akan dapat post article selepas admin dah invite korang untuk jadi author.So the first step korang kena bagi alamat gmail kepada admin atau yang belum ada akaun gmail perlulah CREAT ACCOUNT terlebih dahulu.

Selepas admin dah invite korang,step seterusnya
1.korang check INVITATION by admin
buka emel itu dan klik pada link biru yang tertera, To contribute to this blog, visit:
2.Anda perlu isi Display name (nama samaran penggePOST article)
dan isi apa yang form mahukan.

Ok semoga berjaya.caiyuk2
Kearah kecemerlangan bersama...

Monday, July 20, 2009

Hebatnya perbincangan atau 'Sharing views'




Assalamualaikum dan Hi..
Syukur kehadrat Ilahi sebab dapat juga saya siapkan blog kita ni.Idea ini timbul kerana saya dapati banyak masalah yang timbul terutamanya utk kita membuat perbincangan dalam kumpulan.Pikir punya pikir saya rasakn kenapa tidak kita manfaatkan kemudahan BLOG ni untuk memudahkan segala kesulitan itu.Antara masalahnya ialah
  1. susahnya nak buat pengumuman untuk mengadakan perbicangan kumpulan
  2. pengumuman yang dibuat pun tidak semua tahu(mungkin time kita msg Hp ada masalah)
  3. perbincangan tidak menyeronokan-terlalu formal,sebab baca teks je.Tapi saya tahu bukan semua orang dapat present dgn baik tanpa baca skrip,saya pun sama juga tak pandai nak buat penerangan..Tapi apa pun kita kena cuba belajar cara nak memberi penerangan dgn baik.
  4. pergerakan kumpulan berterabur dan tidak sistematik
Memang siapa pun tidak nafikan betapa hebatnya pemahaman melalui perbincangan.Perkara ini menjadi lebih significant lagi bila kita memasuki bidang perubatan ni.Kalau bidang pengajian lain boleh lagi kot nak mengelakkan diri dari perbincangan,tapi medic memang kena berbincang.Pengalaman mengajar saya sebenarnya.Memang benar lain pemahaman yang diperolehi melalui perbincangan kumpulan dengan studi berseorangan.Saya rasa kesilapan atau masalah utama yang saya lakukan sebelum ini ialah tidak banyak terlibat dengan perbincangan ,tak kiralah perbincangan dengan seorang member atau dalam PBL.Saya memang tidak menyertai mana-mana perbincangan sebelum ini . Malah kalau sebut je berbincang saya akan melarikan diri,fobia kot.Alhamdulillah ,syukur Allah telah beri saya kesedaran tentang kesilapan itu.Setakat itulah dahulu,saya sangat berharap kita dapat sama-sama berkongsi atau 'Sharing' apa-apa saja dalam BLOG ni.Tak kisah lah perkongsian ilmiah ataupun non-ilmiah.Salam

Pembuka kata
by mnabap